Taman Nasional Ujung Kulon antara Badak Bercula, Camping dan Snorkeling

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan sebuah wisata yang sengaja didirikan suatu negara guna menajaga dan melestarikan kekayaan flora dan fauna yang tersebar di sebuah negara. Terdapat perbedaan mengenai pelestarian flora dan fauna.

Di Taman Nasional Ujung Kulon terdapat cagar alam dan suaka margasatwa keduanya memiliki perbedaan yaitu apabila cagar alam melindungi kelangsungan hidup flora (tumbuhan) terutama yang hampir punah, sedangkan suaka margasatwa ialah sebuah tempat yang sengaja dibangun guna menampung, menjaga, merawat segala fauna (hewan) terutama hewan-hewan yang keberadannya sudah minm di muka bumi.

Taman Nasional Ujung kulon kaya akan flora bahkan keduanya memiliki perbedaan akan jenis biota yang ditampung, namun keduanya sama-sama memiliki tujuan guna mencegah kepunahan dan menjaga keberadaannya agar keindahan dan manfaat yang diberikan dalam penyeimbangan alam bisa dirasakan hingga generasi selanjutnya.

Taman Nasional Ujung Kulon adalah satu contoh kawasan perlindungan hewan langka yang sengaja didirikan Indonesia. Seperti namanya, di tempat ini ikon utama fauna yang dijaga kelestariannya ialah Badak bercula satu. Seperti yang kita ketahui satwa Badak bercula satu saat ini diperkirakan hanya memiliki spesies kurang dari 75 spesies.

Penyebab terancam punah ialah karena perburuan liar yang dilakukan oknum manusia tidak bertanggung jawab guna mendapatkan dan meraup keuntungan besar dari hasil mencungkil dan menjual cula berharga yang terdaoat di area hidung Badak bercula satu. Selain akibat perburuan liar, fakta kkain mengungkapkan bahwa tingkat reproduksi satwa Badak bercula satu untuk melahirkan regenerasi baru dinilai sangat rendah.

Dari kedua hal inilah penyebab utama keberadaan Badak bercula satu diancam mengalami kepunahan. Untuk mencapai tujuan Taman Nasional Ujung Kulon, pengunjung harus menempuh perjalanan selama 2 hingga 3 jam dari pusat kota Banten.

Sejarah singkat Taman Nasional Ujung Kulon antara Badak Bercula, Camping dan Snorkeling

Taman Nasional Ujung Kulon pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli botani berkebangsaan Jerman yang bernama F. Junghun yang kebetulan sat aitu ia sedang menganalisa, mengkritisi hal-hal yang berhubungan dengan tumbuhan di tahun 1846 silam. namun sayangnya keindahan Ujung Kulon harus terhapuskan ketika gunung Krakatau memuntahkan lahar panas beserta bebatuan dan debu vulkanik ke daerah sekitar, Ujung Kulon yang letaknya tak jauh dari Gunung Krakatau pun ikut mendapatkan imbas akibat muntahan gunung Krakatau.

Taman Nasional Ujung Kulon pun mampu diselimuti abu tebal vulkanik dan kedaan sekitar terlihat porak poranda. Selang beberapa waktu, Taman Nasional yang dijaga kelestariannya ini akhirnya dihuni satwa dan flora yang tumbuh secara liar, dengan munculnya satwa dan tumbuhan liar membuat Taman ini memiliki kehidupan kembali setelah kehidupan biota dihancurkan letusan Krakatau.

Mengenal lebih jauh tentang Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di paling ujung barat pulau Jawa tepatnya di Provinsi Banten. Nama ujung kulon diambil dan disesuaikan beradsarkan letak lokasinya, yang dimana kalimat ujung memiliki arti penguhujung dan kulon yang berarti barat. Sehingga apabila digabungkan menjadi paling ujung barat.

Taman Nasional Ujung Kulon ini juga tak hanya melindungi satwa endemik langka berupa Badak bercula satu sjaa, namun terdapat satwa endemik yang populasinya juga terancam punah, satwa tersebut ialah Surili dan Owa Jawa. Pada tahun 1992 silam, keberadaan Taman wisata dan belajar inu juga telah diresmikan dan diakui keberadaannya oleh pihak UNESCO sebagai warisan alam dunia.

Luas yang dimiliki Taman ini pun sebesar hampir 123.000 ha. Di dalam destinasi taman Nasional ini tak hanya menyuguhkan hamparan taman yang dilengkapi pepohonan, namun bagi wisatawan yang menyukai pendakian maka Taman Nasional satu ini sangat direkomendasikan. Karena Taman Nasional cantik ini dekat dengan beberapa wisata alam lainnya seperti gunung hounje, semenanjung ujung kulon, hingga pulau handaleum dan panaitan yang menjadi tempat singgahan wisatawan setelah berkujung ke Taman yang terletak di wilayah ujung kulon ini.

Ketika wisatawan ingin melakukan Snorkeling, wisatawan dapat melakukannya di Taman Nasional Ujung Kulon dan Pulau Panaitan. Perlu diperhatikan apabila pengunjung ingin melakukan snorkeling di Pulau Panaitan, pengunjung juga diperingati untuk terus ekstra waspada dan berhati-hati. Karena di Pulau Panaitan banyak hewan buas yang berkeliaran seperti buaya, kera dengan ekor yang panjang, rusa, babi hutan, hingga hewan melata menyeramkan nan membahayakan keselamatan jiwa manusia yaitu ular phyton.

Hal yang bisa dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon

Ketika mengunjungi situs Taman Nasional Ujung Kulon, pengunjung tak hanya berkesempatan untuk mengamati secara langsung bentuk satwa etnik Badak bercula satu, Owa jawa dan Surili, namun pengunjung diberikan keluasan dan kebebasan untuk melakukan camping (berkemah), menjelajahi dan menyusuri sepanjang hutan, wild life viewing, penyelaman, snorkeling, melakukan kegiatan memancing, berselancar hingga menaiki sampan.

Untuk dapat melakukan kegiatan yang telah disebutkan di atas, para pengunjung tentunya akan dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000 hingga Rp. 25.000 saja bagi Wisatawan lokal atau dalam negeri. Harga wisatawan lokal lebih terjangkau dibandingkan bandrolan harga tiket masuk bagi pelancong.

Tiket Masuk Taman Nasional Ujung Kulon

Meskipun Taman Nasional Ujung Kulon dimiliki dan dikelola oleh negara, namun tetap saja ada biaya tiket masuk yang telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah. Terdapat perbedaan harga bagi wisatawan asli dan wsiatawan mancanegara.

Berikut ini ada sedikit penjelasan mengenai tiket masuk Taman Nasional yang berada di daerah Ujung Kulon, di antaranya:

Tiket perorangan (bukan kelompok) pada hari kerja bagi wisatawan lokal dibandrol sebesar Rp. 5.000 dan untuk wisatawan negara Asing sebesar Rp. 150.000, sedangkan Tiket perorangan (bukan kelompok) di hari libur wisatawan lokal dikenai harga sebesar Rp. 7.500 dan untuk wisatawan negara asing sebesar Rp. 225.000.

Apabila ingin mengunjungi Taman Nasional ini bisa dilakukan secara berkelompok maka pengunjung akan mendapatkan harag lebih terjangkau. Yaitu Tiket Masuk bagi kelompok (Group) di hari kerja bagi wisatawan lokal sebesar Rp. 3.000 dan bagi kelompok wisatawan asing sebesar Rp. 100.000 Sedangkan pada hari libur atau Weekend,

Tiket masuk bagi wisatawan lokal sebesar Rp. 4.500 dan bagi wisatawan asing sebesar Rp. 150.000.

Dengan mengunjungi Taman Nasional yang satu ini, para pengunjung akan mendapatkan pengajaran betapa pentingnya menjaga ekosistem dan biota alam. Mengisi waktu luang di hari libur, melepaskan penat akibat kelelahan kegiatan sehari-hari tak melulu dengan rekreasi ke wahana, tapi dengan mengunjungi Taman Nasional ini juga dapat mengisi waktu luang saat liburan ditambah kita juga dapat belajar mengenai alam.

Itulah beberapa ulasan menarik mengenai mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon antara Badak Bercula, Camping dan Snorkeling yang sering dijadikan objek wisata favorite para pengunjung selama liburan tiba. Taman ini juga memiliki pemandangan menarik yang nyaman tuk dipandang.